OBSESI

Apa obsesi terbesarmu dalam kehidupan ini?

Jadi orang kaya? Lulus sekolah/kuliah terbaik? Membahagiakan orang tua? Nikah muda? Punya pasangan sempurna? Ujung-ujungnya masuk Surga?

Pernahkah kamu berfikir dan merenung sejenak, apa yang akan kamu dapatkan saat obesitas eh salah maksudnya saat obsesimu bisa tercapai?

Kepuasan kah? Kebahagiaan kah? 

Lalu bisakah kepuasan dan kebahagiaan itu bertahan lama?

Siapa saja yg bisa merasakan keberhasilan dalam meraih obsesi hidupmu?

Orang tua? Pasangan? Teman? Banyak orang? Atau hanya dirimu sendiri?

Setiap orang punya obsesi, kamu juga punya. Sebelum kamu membentuk dan menjemput obsesimu, pikirkan apa manfaatnya, siapa yang akan ikut berbahagia, bagaimana efek kedepannya, bertahan berapa lama.

Atau jangan-jangan obsesimu hanya akan melukai dirimu sendiri bahkan melukai orang lain? Jangan sampai..
Cukup obesitas eh salah lagi.. Eh ya bener dink... Cukup obesitas yang melukai dirimu.. Sixpack-kan! *nglantur

Buatlah obsesimu itu berharga, bermakna dan dan mulia untuk dirimu, keluarga dan banyak orang disana... :)

Selamat Berqurban


Kalau kita Qurban jangan hanya mengingat atau disibukkan dengan dagingnya. Benar, berikanlah daging qurban kepada orang yang minta ataupun tidak minta (asal dia doyan) :). Tapi ada yang jauh lebih penting dari itu. Hikmah Qurban!

Ingat kembali asal mulanya manusia diperintah Allah untuk ber-qurban. Bagaimana Allah memberi hikmah dari Nabi Ibrahim sebagai wujud jalankan perintah Allah dengan cara menyembelih anaknya Ismail. Dan Nabi Ismail sebagai wujud ketaatannya kepada Allah bersedia di sembelih yang akhirnya Nabi Ismail diselamatkan dan digantikan dengan kambing gibas.

Sahabat, kita tidak diminta mengorbankan anak/orang-orang yang kita cintai. Kita hanya diminta mengorbankan sebagian harta dengan diwujudkan kambing, sapi atau unta. Harga yang jauh lebih murah dibandingkan "harga" orang--orang yang kita cintai. Sudahkah kita dengan sekuat hati, mengikhlaskan diri untuk sambut qurban sebagai wujud cinta dan syukur kita kepada Allah?

Selamat berqurban.. Allah bersama kita.. :')

Nasehat Orang Tua

Nasehat orang tua adalah peta menuju keberhasilan.
Kalau diikuti bisa sampai pada tujuan. Kalau dilanggar bisa terjerumus dalam kesesatan.

Kadang jiwa "sok tau", "sok dewasa" kita yang jadi penghalang atau membuat meremehkan nasehat orang tua. Ketahuilah kalau hatimu sakit saat menerima nasehat orang tua, yang sakit itu setannya hati. Kalau kamu menolak nasehat orang tua, kamu lebih menuruti setannya akal.

Ridhonya orang tua, Ridhonya Allah.

Ingat-ingat lagi apa nasehat/pesan orang tua kita, jalankan segera!

Bukan Kebetulan Melainkan Anugerah

Tak ada yang kebetulan dalam setiap peristiwa yang kita alami. Semua sudah direncanakan oleh Allah dengan indah dan sempurna, termasuk kehidupan kita ini.

Disadari atau tidak, pada hakikatnya peristiwa yang kita sebut "kebetulan" adalah jawaban dari banyaknya persoalan yang kita keluh kesahkan pada Allah.

Dalam setiap seminar, saya sering ingatkan, ketika kita dapat nikmat, jangan pernah menganggap peristiwa itu suatu kebetulan tapi anggaplah suatu anugerah. Dengan begitu kita bisa bersyukur dan nikmat itu kan bisa terus bertambah.

Ingatlah Allah dalam setiap peristiwa yang kita alami, temukan jawabannya dengan jelajahi hikmah dari peristiwa itu dan temukan jawaban yang indah dari Allah. Subhanallaah :)

Semangaaat pagiiii!

Terkadang Diam Itu Berlian

Semakin seseorang banyak bicara semakin besar tanggung jawab yang ia terima. Lihatlah bagaimana Allah sampai mewanti-wanti dengan memberikan gambaran kepada Nabi Muhammad ketika Isra' Miraj melihat orang yang menggunting lidahnya sendiri dengan gunting dari api. Mereka adalah orang-orang yang ketika di dunia mengajarkan kebaikan tapi mereka sendiri tidak

pernah mengamalkannya. Naudzubillahimindzalik.Seseorang yang memulai pembicaraan dia juga harus pandai mengakhiri pembicaraan. Akhir yang baik dari pembicaraan harus diikuti oleh proses yang baik selama berbicara. Karena menarik kata-kata itu tak semudah mengeluarkannya. Sekali "nyeplos" 'maaf barang tidak dapat ditukar apalagi kembali'

Tak selamanya pembicara yang baik itu yang paling banyak dan pandai bicaranya, melainkan dia yang bisa jadi pendengar yang baik.

Ketika Rasulullaah ditanya, apakah sesuatu yang paling banyak mengakibatkan manusia ke dalam neraka, salah satu jawabannya adalah mulut.

Hanya ada satu pembicaraan yang tak akan sia-sia sekalipun kamu sering melakukannya. Bahkan semakin banyak kamu bicara semakin baik. Yaitu berbicaralah pada Allah SWT Yang Maha Mengabulkan Do'a. Allah senang jika ada hambanya yang banyak "bicara" kepadaNya. Bahkan Allah mengatakan sombong bagi orang yang enggan "bicara" kepadaNya.

Allah, saya berlindung dari jeleknya lisan, ampuni saya atas segala ucapan saya yang salah dan tidak sesuai dengan perbuatan saya. Perbagusilah lisan saya untuk kebaikan diri dan umat serta bisa mengamalkan atas kebaikan yang saya ucapkan. Aamiiin.

Sayangi Iman Anda

Ilmu pengetahuan tak pernah dapat dipisahkan dengan Agama. Gampangnya gini, kalau menurut teori Mr. X itu "F" sedangkan menurut agama kita itu "A". Tinggal mau ikut yang mana? Kalau ikutnya Mr. X ya secara tidak langsung kita mengikuti kepercayaan dari Mr. X, lebih parah lagi jika Mr. X tidak beragama, artinya kita lebih percaya teori yang bertolak belakang dengan agama kita. Otomatis berarti kita pilih mengikuti "agama" Mr. X. Paham? :D


Contoh : menurut salah seorang pakar mengatakan (maaf) onani/masturbasi itu wajar. Sedangkan menurut agama itu dosa besar. Artinya kalau kita menuruti teori pakar itu berarti kita menentang ketentuan (hukum) agama kita.
 
Jadi kalau belajar jangan langsung kagum dengan apa yang dikatakan oleh para "pakar", bersikaplah kritis, tentunya bukan asal ngotot tapi berdasarkan ilmu. Itulah mengapa belajar agama dikatakan sebagai tiangnya keimanan, ibarat bangunan tiang itu akan memperkokoh, sedangkan jika tanpa tiang bangunan akan mudah roboh. Begitulah gambaran keimanan, tanpa ilmu agama yg kuat keimanan akan gampang roboh.

Cari Jalannya Syukur

Alhamdulillaah hari ini mendung meskipun belum hujan.. :) disyukuri dulu sahabat.. Daripada tidak mendung masih mending mendung. Kalau mendungnya udah disyukuri Insya Allah bentar lagi hujan.. :)

Jadi inget tadi mbak-mbak dirumah bilang "kalau ga hujan minta hujan, kalau hujan minta terang" hehe.. Itulah manusia. Saya ambil hikmahnya aja. Kalau hujan disyukuri, belum hujan juga disyukuri. Kayaknya gitu lebih enak deh. Kalau hujan ambil jalannya syukur, misalnya kebutuhan air sumur jadi mudah, tanaman subur, hawa sejuk, dll. Kalau panas tetep bisa ambil jalannya syukur, jemur pakaian cepet kering, kerja/sekolah ga bingung transportasi karena hujan, masih bisa nanem tanaman kering, dll. Dalam cuaca seperti apapun kalau diambil hikmahnya dengan cari jalannya syukur, hidup ini tetap terasa nikmat dan bahagia.


Termasuk bagi yang sudah lama mengaharap hujan belum turun-turun. Pertanyaan saya, kalau sudah berharap hujan turun sudah siap payung atau mantel belum dikendaraan kita? :)
Jangan-jangan Allah Yang Maha Baik dan Maha Mengetahui sengaja menunggu kita untuk siap-siap dulu.. :)
Ayo siap-siap sambut hujan.. InsyaAllah :)
Yang sudah dapet hujan disyukuri yah.. :)

Bangkit CINTA!

Anda pernah jatuh cinta? Hmm.. Saya pernah diprotes, kenapa cinta harus jatuh? Kenapa tidak bangkit cinta aja? Hehe.. Udah lah biar enak "merasa cinta" sama aja lah.

Yak, hampir semua orang dimuka bumi ini pernah merasakan cinta pada orang lain. Setidaknya cinta itu tidak serta merta kepada jodoh lho. Jangan sesempit itu, cinta itu bisa dengan orang tua, keluarga, bahkan yg harus diwaspadai cinta harta benda.. :)

Yang namanya orang cinta, ketika nama seseorang yang dicintai disebut, hatinya bergetar, ciee... Sudah langsung bingung siapa yang mengucapkan, ada apa? Bahkan bisa juga muncul rasa cemburu.

Saat diajak bicara oleh orang yang dicinta rasanya selalu ingin berlama-lama. Baru sehari tidak bicara rasanya selalu ingin menghubunginya. Baru sehari tidak ketemu rasanya selalu kangen saja. Setiap hari rasanya selalu ingin sebut namanya. Kalau dia minta apapun, kita berusaha turutinya. Kalau dia tidak suka, kita akan menjauhinya. Makan ingat dia, mau tidur ingat dia, mau sholat ngingetin dia, mau ke wc..huss..hehe..

Salahkah? Setahu saya belum ada larangannya dan itu normal. Tapi akan bisa jadi salah kalau cinta kita kepada sesama manusia mengalahkan cinta kita kepada Sang Maha Mencinta yaitu Allah SWT.

Bergetarkah hati kita ketika disebut nama Allah? Betah ga diajak ketemu sama Allah dalam sholat? Atau malah terburu-buru menyelesaikannya? Berapa lama dalam sehari kita berbicara pada Allah dengan membaca Al-Qur'an? Berapa kali kita menyebut nama Allah dengan dzikir? Sudahkah kita usaha penuhi permintaan Allah? Sudahkah kita usaha jauhi semua yg tidak disukai Allah? Makan, mau tidur, sampe mau masuk WC dan hal-hal kecil lainnya apalagi masalah ibadah sudahkah kita ingat Allah dengan berdo'a dan selalu merasa Allah mengawasi kita?

Yang bisa menjawab adalah pribadi kita masing-masing. Dalam hidup Allah menebar Cinta. Allah Maha Pengampun bagi hambaNya yang lalai dan mau bertaubat. Mari raih Cinta dan jaga Cinta dari Allah dengan sebaik-baiknya sampai ajal menjemput kita. :)

Melayani dengan Tulus

Hari ini adalah momen bersejarah bagi saya.. :). Ini adalah pertama kalinya saya ke kampus naik motor setelah hampir 2-3 tahun saya tidak menjalaninya. Bukan karena gengsi, sebenarnya karena pernah trauma waktu jatuh di jalan raya.

Ketika helm dan jaket kulit (pinjaman..hehe) sudah saya pakai rasanya seperti kembali muda.. Padahal sekarang juga masih muda.. Lebih tepatnya tambah ganteng.. Alhamdulillaah.. :D. Perjalanan yang mengasyikan yang sudah lama tidak saya rasakan. Kepot kiri, kepot kanan, gas pol, rem mentul.. Seruuu!


Singkat cerita dalam perjalanan pulang saya mampir ke POM Bensin. Saya langsung berhenti didepan mesin Pertamax. Begitu saya buka jok motor dan ditanya isi berapa? Saya bilang 20rb (2 liter). Saya sibuk mencari uang dikantong. Saya baru sadar ternyata dia tidak segera membuka tutup bensin saya. Saya pikir sama dengan mobil yang akan dibukakan. Akhirnya karena saya tidak segera membukanya petugas itu yang membuka. Begitu selesai mengisi dan saya membayar, bukanya ditutup tapi dia langsung pergi.

Hikmah yang ingin saya ambil dari sini adalah bukannya saya ingin dilayani bak juragan. Meskipun pada hakikatnya semua manusia senang dilayani (dihormati), apalagi ada istilah "pembeli adalah raja". Bukan itu yg saya harapkan. Toh bukan masalah jika saya harus buka dan tutup sendiri pengaman tangki itu. Hanya saja saya merasa ada "kasta" di pom bensin ini dan mungkin selama ini saya baru menyadarinya.

Setiap kali mau isi bensin mobil, pelayan menyambut dengan ramah, membukakan tutup tangki dan setelah selesai menutupnya kembali sambil memberi senyum dan terimakasih. Tapi itu ternyata tidak berlaku bagi motor. Mereka buka sendiri, tutup sendiri, wajah pelayan pom sendiri datar-datar saja dan kadang menunjukan kelelahan.

Saya berharap itu tidak terjadi kepada kita dalam melayani sesama. Tak selamanya kita berada dalam posisi yang harus dilayani, tapi kadang kita juga harus melayani. Kalau ingin dihormati orang lain maka hormatilah orang lain. Kalau ingin diperlakukan baik maka berbuat baiklah pada orang lain. Terlebih bagi mereka yang membutuhkan, seperti fakir-miskin, seharusnya pelayanan untuk mereka lebih ditingkatkan dan diperhatikan, bukannya malah diremehkan apalagi diabaikan.

Akhirnya saya pun Alhamdulillaah bisa sampai rumah dgn selamat meskipun pinggang pegel-pegel.  :)
Semoga kebarokahan selalu menaungi kita dan keluarga.. Aamiiin :)

Hikmah Dibalik Kegagalan

Salah dan gagal tak lantas membuat kita harus berhenti melangkah. 

Tanpa salah kita tak pernah tahu caranya belajar. Tanpa gagal kita tak pernah mengerti arti perjuangan.

Kesalahan bisa dihapus dengan segera berbuat baik, kegagalan adalah pembuka pintu untuk menuju keberhasilan, karena sebenarnya kegagalan itu adalah sukses yang tertunda.

Meski demikian, kesalahan dan kegagalan dapat dirubah sela
gi kita hidup. Salah dalam menjalani hidup, gagal dalam menjalani hidup tak akan bisa di benahi selagi manusia telah tiada. Kesalahan dan kegagalan itu hanya akan jadi pelajaran bagi mereka yang masih hidup di dunia ini.


Ambil hikmah dalam setiap peristiwa, karena sebenarnya hidup ini penuh dengan pembelajaran. Tengok kanan-kirimu, atas-bawahmu, depan belakangmu, dan tengoklah diri sendiri, disitu ada pelajaran berharga buat kamu :)

Ambil dan pertahankan yang baik, buang dan jauhi yang jelek.
Blogger Template by Clairvo